Kamis, 22 Oktober 2009


Maria Ozawa (Miyabi) Will Come to Indonesia
Minister of Communication and Information (RI) Mohammad Nuh said, the arrival of the film artist Maria Ozawa (Miyabi) to Indonesia as legal is not prohibited, but the moral ethics from many people oppose her arrival.

lumpur lapindo sidoarjo

Senin, 28 September 2009

Warga Tak Rasakan Gempa Sukabumi

September 28, 2009 - 9:26
Kategori Berita Terkini, Daerah

SUKABUMI ( Pos Kota ) – Gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter (SR) yang mengguncang Sukabumi pada Senin pukul 07.26, hanya dirasakan oleh sebagian warga saja karena berlangsung singkat.

“ Getarannya singkat dan jauh lebih kecil dibanding gempa Tasikmalaya beberapa waku lalu, “ Ujar Tamtam Alamsyah, Sekertaris Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi.

Wilayah Kecamatan Sagaranten merupakan daerah terdekat dengan pusat gempa yang berlokasi di 8,17 Lintang Selatan (LS) dan 107,23 Bujur Timur atau 143 Km tenggara Sukabumi.

Disebutkan Tamtam, karena kecilnya getaran yang dirasakan tak terjadi kepanikan warga . Sejauh ini belum dilaporkan adanya kerusakan harta benda maupun korban jiwa.

Sekertaris Kecamatan Nyalindung, Antono, yang menyebutkan pihaknya juga belum menerima laporan kerusakan atau korban akibat gempa tersebut.

Petugas pada Sub Bagian Sandi dan Telekomunikasi (Santel) di Pendopo Sukabumi maupun di Pendopo Pelabuhan Ratu, juga menyebutkan bahwa pihaknya sejauh ini belum menerima laporan akibat gempa tersebut dari Kecamatan kecamtan yang ada di Kabupaten Sukabumi.

Bahkan Kasie Bantuan Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, Tita Juwita, tampak kaget ketika dikonfirmasi terjadinya gempa tersebut.“ Memang ada gempa, saya tidak merasakan sama sekali, “ ujar Tita.

Sementara itu, data yang diperoleh dari badan meteorology, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa gempa ber kekuatan 5,5 SR tersebut berpusat di 143 Km tenggara Sukabumi atau dilepas pantai Cianjur selatan. Gempa tersebut dirasakan di Sukabumi sebesar III sampai IV MMI dan antara II sampai III MMI di Cisarua, Cianjur dan Ciamis.

Dalam pada itu, gempa sebelumnya yang mengguncang Sukabumi yakni gempa yang berpusat di selatan Tasikmalaya pada 2 September lalu. Gempa tersebut merusakkan sebanyak 16 ribu bangunan serta menewaskan 2 orang warga.(iyan/B)

Senin, 24 Agustus 2009

Manohara Odelia Pinot (lahir di Jakarta, 28 Februari 1992; umur 17 tahun) adalah seorang model Indonesia. Manohara memiliki darah campuran Amerika Serikat dan Bugis, Indonesia serta berkewarganegaraan ganda, Amerika Serikat dan Indonesia. Manohara dipersunting oleh pangeran asal Kerajaan Kelantan, Malaysia Barat bernama Tengku Tumenggong Muhammad Fakhry pada 26 Agustus 2008.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Karier

Lahir dari orang tua berkebangsaan Amerika Serikat, George Man dan keturunan bangsawan Bugis, Daisy Fajarina. Setelah kedua orangtuanya bercerai, sang ibu menikah dengan Reiner Pinot Noack yang berkebangsaan Perancis. Manohara adalah seorang model. Di usianya yang masih muda, tapi ia berhasil menjadi salah satu 100 Pesona Indonesia menurut Majalah Harper's Bazaar.

[sunting] Kehidupan pribadi

Nama Manohara mencuat di berbagai media massa pada pertengahan bulan April 2009. Manohara dikabarkan diculik oleh suaminya sendiri, Tengku Fakhry. [1] Peristiwa ini bermula dari pertemuan Manohara dengan Tengku pada bulan Desember 2006 saat jamuan makan malam oleh Wakil Perdana Menteri Malaysia. [2] Singkat kata, sang pangeran jatuh hari dan berniat menjalin hubungan serius dengan Manohara yang saat berusia 15 tahun. Melihat latarbelakang keluarga dan kekayaan Tengku, Daisy Fajarina, sang ibu, mengizinkan mereka berpacaran.

Tak berselang beberapa, Tengku berniat menikahi Manohara, setelah Manohara terenggut keperawanannya beberapa kali olehnya pada acara tahun baru 2007 silam.[rujukan?] Meski sempat terganjal masalah wali nikah, umur Manohara yang masih di bawah umur (masih 16 tahun saat itu), dan surat KBRI yang tidak ada, namun pernikahan Manohara dan Tengku dapat berlangsung di Malaysia, 26 Agustus 2008.

Manohara dikabarkan mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan dari suaminya, maka ia pun kabur kembali ke Jakarta melalui Singapura. Mengetahui istri pergi, Tengku bermaksud menjemput Manohara. Ia bahkan membelikan mobil sebagai hadiah ulang tahun Manohara pada bulan Februari 2009. Tak hanya itu, ia pun mengajak Manohara serta keluarganya untuk umroh bersama.

Saat akan kembali ke tanah air, setelah selesai umroh pada 9 Maret 2009, kabarnya sang ibunda dan saudara tirinya, Dewi Sari Asih, ditinggalkan begitu saja di bandara.

Tak tinggal diam, sang ibu bersama anaknya, Dewi berusaha meminta bantuan Pemerintah Indonesia dan Komnas HAM. [3] Karena Daisy sempat mengalami pencekalan ketika akan mengunjungi putrinya di Malaysia.[4]

Kasus Manohara mendapatkan perhatian yang lebih tinggi ketika Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak mengelak pertanyaan mengenai tuduhan penculikan Manohara oleh seorang Pangeran Malaysia saat ia bertemu Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta pada 23 April 2009.[5] Ibu Manohara menggelar konferensi pers di Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan di Jakarta. Ia mengeluhkan pencekalan otoritas Malaysia yang mencegahnya memasuki Malaysia untuk menjenguk keadaan putrinya. Tindakan menutupi fakta seperti ini mirip dengan kasus pembunuhan Altantuya Shariibuu, model Mongolia yang dibunuh di Malaysia.[6] Pemerintah Indonesia meminta penjelasan dari Pemerintah Malaysia atas alasan apa seorang perempuan Indonesia tidak diizinkan menemui anaknya yang menurutnya telah dianiaya oleh suaminya yang anggota keluarga kerajaan di Malaysia.[7]

Sebelum menikah dengan Tengku Fakhry, Manohara pernah menjalin hubungan dengan beberapa lelaki, sebut saja Ardi Bakrie, salah satu komisaris utama TVOne dan Ryan Haryanto, [8] pembalap muda asal Singapura.

Sejak kasus ini mencuat, banyak beredar foto-foto pribadi Manohara. [9] Bahkan di beberapa situs dan blog asal Malaysia menampilkan foto-foto mesra Manohara dan Tengku. [10] Dalam foto-foto tersebut menampilkan keadaan Manohara yang baik-baik saja. Hingga saat ini belum ada jawaban resmi dari pihak Kerajaan kelantan berkaitan dengan kasus ini.

Pada Minggu 31 Mei 2009, Manohara berhasil kabur dari kawalan pihak Kerajaan Kelantan di Singapura dan pulang kembali ke Indonesia bersama ibunya.[11] Pada saat itu Manohara dan keluarga Kerajaan Kelantan berada di Singapura untuk menjenguk Sultan Kelantan yang tengah berobat di Singapura. Pada saat itu Daisy Fajarina juga tengah berada di Singapura untuk bertemu Manohara. Manohara menelepon ibunya dan memberi tahu hotel tempat ia menginap. Manohara berusaha menyelinap keluar dari hotel, tetapi saat berada di lift di lantai 3 ia dicegat pengawal Kesultanan Kelantan yang berusaha memaksanya kembali ke kamar. Dalam keadaan terdesak Manohara menekan tombol darurat di dalam lift untuk menarik perhatian sekuriti hotel dan aparat keamanan setempat. Karena menyadari adanya kamera CCTV di lift dan koridor hotel, bodyguard Kelantan menahan diri untuk tidak menggunakan kekerasan terhadap Manohara. Dikabarkan Manohara telah menelepon Kedutaan Besar Indonesia di Singapura untuk meminta perlindungan, akan tetapi tidak dikabulkan dengan alasan hari itu hari minggu dan tidak ada orang yang bertugas, meskipun Manohara menegaskan bahwa ini adalah keadaan darurat. Karena ayahnya adalah warga negara Amerika Serikat, Manohara kemudian mencoba menelepon Kedutaan Besar Amerika Serikat di Singapura yang kemudian menjawab permohonan pertolongan Manohara dengan mengirimkan polisi Singapura dan agen Amerika. Daisy tiba di hotel dan menunggu Manohara di lobi hotel karena ia tidak tahu di mana kamar Manohara. Atas petunjuk seorang perempuan warga negara Indonesia yang mengetahui adanya keributan di lantai 3, Daisy memperoleh petunjuk di mana keberadaan Manohara. Daisy akhirnya berhasil bertemu putrinya. Berkat perlindungan diplomatik dari aparat Singapura dan Kedutaan AS, Manohara bersama ibunya berhasil kembali ke Indonesia. Melalui konferensi pers Manohara menyatakan bahwa segala tuduhan penculikan dan penganiayaan yang dilayangkan ibunya kepada Pangeran Kelantan adalah fakta, Manohara menyatakan tidak mau kembali ke Kelantan dan menyatakan niatnya untuk bercerai dari Tengku Fakhry.[12]

[sunting] Kuasa Hukum dan Kontroversi

Ratna Sarumpaet dan O.C. Kaligis merupakan kuasa hukum yang pernah tergabung dengan tim kuasa hukum Manohara, namun keduanya memilih untuk undur dari upaya pendampingan Manohara Odelia Pinot karena merasa Manohara dan ibunya, Deasy terlalu mengulur-ulur waktu dalam melakukan visum dan juga tidak memberi bukti-bukti penganiayaan ataupun tidak juga melapor ke pihak kepolisian namun lebih memprioritaskan jadwal roadshow wawancara dengan berbagai macam infotainment di TV. Semenjak itu, keabsahan dari pengakuan cerita Manohara dan ibunya mulai diragukan dan dipertanyakan oleh berbagai pihak, terlebih ketika sinetron Manohara yang diperankan oleh Manohara sendiri mulai ditayangkan, yang sempat menghebohan masyarakat.[13] Sekarang Manohara didampingi oleh tim kuasa hukum Hotman Paris Hutapea

Jumat, 07 Agustus 2009

puisi

Letih

August 7th, 2009

Letih… ku berdiri di bawah terik mentari
Semenjak engkau melangkah menjauh pergi
Hingga rambut ini mulai memutih
Masih… tak kutemui engkau kembali

Letih… hanya saja raga ini b’lumlah mati
Hingga jiwa terus saja meminta tuk menunggumu disini
Sampai engkau hadir…
Sampai larut penantian menjadi bagian dari takdir

Sabtu, 04 Juli 2009

lamborghini Revenyon

Lamborghini Reventón
Lamborghini Reventón.jpg
Manufacturer Lamborghini
Parent company Audi AG
Production 2008
(21 Produced)
Assembly Sant'Agata Bolognese, Italy
Body style(s) 2-door coupé
Layout Mid-engine, four-wheel drive
Engine(s) 6.5 L (400 cu in) V12
Transmission(s) 6-speed e-gear
6-speed manual transmission
Wheelbase 2,665 mm (104.9 in)
Length 4,700 mm (190 in)
Width 2,058 mm (81.0 in)
Height 1,135 mm (44.7 in)
Related Murciélago LP640

Selasa, 23 Juni 2009

smpn 6

Setelah sekian lama terkatung-katung dan menunggu bantuan yang tak kunjung datang, akhirnya jadi juga Laboratorium IPA dan Ruang Serba Guna milik SMP Negeri 6 di rehab dan malah sekarang di tambah satu lagi bangunan MCK disampingnya.

Lama juga sih siswa dan guru SMP Negeri 6 tidak menikmati fasilitas ini, hal ini disebabkan karena bangunan Laboratorium IPA dan Ruang Serba Guna yang dimiliki SMP Negeri 6 sudah tidak layak pakai dan sangat-sangat menghawatirkan. Hingga ketika SMPN6 sedang dimonitoring oleh LPMP Jawa Barat, malamnya langit-langit ruang guru yang bersebelahan dengan bangunan Laboratorium IPA tersebut runtuh. Sehingga pada pagi harinya SMPN6 segera mambuat surat pemberitahuan dan permohonan bantuan kembali kepada DPR dan Pemkot Cirebon.

Nampaknya kali ini SMPN6 sedang beruntung, begitu besar respon yang di dapat sehingga selang dua hari bantuan pun datang, bahkan lebih dari yang diharapkan. Alhamdulillah...... (red. s1177, 14 Nopember 2007)


Tiga hari SMP Negeri 6 dimonitoring oleh LPMP dari Jawa Barat, di mulai dari tanggal 3 Nopember 2007 sampai dengan tanggal 5 Nopember 2007. Kedatangan LPMP Jawa Barat ke SMPN 6 adalah dalam rangka mencari data awal tentang SMP Negeri 6.

Selama tiga hari itu pula LPMP Jawa Barat melakukan serangkaian kegiatan, yakni kegiatan Uji Kompetensi bagi guru mata pelajaran, pengisian angket dan melihat kelengkapan administrasi mengajar guru serta monitoring guru dalam mengajar di kelas.

Jujur saja kegiatan ini sempat membuat sebagian guru menjadi salah tingkah dalam mengajar di kelas pada saat guru tersebut mengajarnya dimonitoring oleh salah satu perwakilan dari tim LPMP. Yaaaa.......h namanya juga manusia adaaaaa aja kekurangannya. Mudah-mudahan tim dari LPMP mengerti dengan keadaan ini dan mau memakluminya. (red. s1177, 14 Nopember 2007)


"Laboratorium IPA yang rusak, kok Perpustakaan yang di rehab", itulah komentar dan pertanyaan yang banyak berkumandang dalam ruangan rapat guru dan Kepala Sekolah saat Bapak Achmad Sugiri, S.Pd. selaku Kepala SMP Negeri 6 mengumumkan tentang adanya bantuan rehab dari Pemerintah

sebelum rehab

setelah rehab

Pusat untuk sarana pendidikan di SMP Negeri 6 Kota Cirebon, yakni rehab ruang perpustakaan. Padahal ruang perpustakaan di SMP Negeri 6 dalam kondisi yang baik, namun dalam hal ini menurut Kepala Sekolah bantuan tersebut tidak bisa dialihkan untuk pembangunan Laboratorium IPA walaupun Laboratorium IPA dalam keadaan memprihatinkan, itu sudah peaturannya dan menjadi keputusan pemerintah pusat, kita tinggal melaksanakannya.

Setelah kurang lebih dua bulan di rehab, akhirnya selesai sudah ruang perpustakaan SMP Negeri 6 di rehab, sekarang ruang perpustakaan SMP Negeri 6 jadi berlantai dua looh, keren kan :) :) :).

Walaupun bantuan tersebut kurang sesuai dengan harapan kita, namun terus bersyukur adalah sikap yang tepat untuk kita lakukan. Bukankan Allah akan menambah nikmat kepada orang-orang yang selalu bersyukur dan memberikan ajab kepada orang-orang yang selalu kufur. (red. s1177, 14 Nopember 2007)


Tahun ajaran ini 2007 - 2008 adalah tahun bersejarah bagi SMP Negeri 6, di mana SMP Negeri 6 untuk pertamakalinya memiliki predikat sebagai Sekolah Bersetandar Nasional. Dengan berubahnya setatus SMPN 6 dari sekolah biasa menjadi Sekolah Bersetandar Nasional, rupanya Komite Sekolah yang diketuai oleh Bapak Herul ingin ikut serta perperan aktif dalam memajukan SMPN 6 baik dalam hal mutu pendidikan maupun sarana dan prasarana yang ada di SMPN 6 dengan cara merangkul seluruh orang tua siswa untuk bahu-membahu melengkapi fasilitas yang kurang maupun belum ada.

Hal pertama yang dipandang penting oleh Komite Sekolah SMPN 6 adalah rehab pagar yang rendah menjadi lebih tinggi, hal ini penting untuk meningkatkan kedisiplinan siswa-siswi SMPN 6 dalam memasuki dan keluar dari Sekolah. Sewaktu pagar masih pendek masih ada siswa maupun masyarakat lingkungan sekolah yang keluar dan memasuki sekolah dengan cara melompati pagar, hal ini sangat membahayakan dan tidak baik untuk di pandang jelas Bapak Haerul selaku Ketua Komite Sekolah.

Dengan direhabnya pagar sekolah menjadi lebih tinggi lagi harapan kita kedisiplinan SMPN 6 akan lebih meningkat lagi, dan untuk itu Sekolah bersama Pengurus Komite Sekolah mengucapkan banyak terimakasih atas dukungan, bantuan dan pastisipasi serta kepedulian orang tua siswa terhadap SMP Negeri 6. (red. s1177, 14 Nopember 2007)